bruguiera sexangule

11 Nov

Deskripsi : Pohon yang selalu hijau dengan ketinggian kadang-kadang mencapai 30 m. Kulit kayu coklat muda-abu-abu, halus hingga kasar, memiliki sejumlah lentisel berukuran besar, dan pangkal batang yang membengkak. Akar lutut, dan kadangkadang akar papan.
Daun : Daun agak tebal, berkulit, dan memiliki bercak hitam di bagian bawah. Unit & Letak: sederhana & berlawanan. Bentuk: elips. Ujung: meruncing. Ukuran: 8-16 x 3-6 cm.
Bunga : Letak: Di ketiak daun. Formasi: soliter (1 bunga per tandan). Daun makhota: 10-11; putih dan kecoklatan jika tua, panjang 15mm. Kadang berambut halus pada tepinya. Kelopak bunga: 10-12; warna kuning kehijauan atau kemerahan atau kecoklatan; panjang tabung 10-15 mm.
Buah : Hipokotil menyempit di kedua ujung. Ukuran: Hipokotil: panjang 6-12 cm dan diameter 1,5 cm.
Ekologi : Tumbuh di sepanjang jalur air dan tambak pantai, pada berbagai tipe substrat yang tidak sering tergenang. Biasanya tumbuh pada kondisi yang lebih basah dibanding B. gymnorrhiza. Kadang-kadang terdapat pada pantai berpasir. Toleran terhadap kondisi air asin, payau dan tawar. Perbungaan terjadi sepanjang tahun. Bunganya yang besar diserbuki oleh burung. Hipokotil disebarkan melalui air.
Penyebaran : Dari India, Seluruh Asia Tenggara (termasuk Indonesia) hingga Australia utara.
Kelimpahan :
Manfaat : Untuk kayu bakar, tiang dan arang. Buahnya dilaporkan digunakan untuk mengobati penyakit herpes, akar serta daunnya digunakan untuk mengatasi kulit terbakar. Di Sulawesi buahnya dimakan setelah direndam dan dididihkan.
Catatan : Sama dengan B. exaristata dan B. gymnorrhiza, dan di masa lalu seringkali dikelirukan dengan kedua jenis tersebut. Identifikasi yang terbaik adalah melalui daun mahkota.
Advertisements

Xylocarpus moluccensis

11 Nov

Deskripsi : Pohon tingginya antara 5-20 m. Memiliki akar nafas mengerucut berbentuk cawan. Kulit kayu halus, sementara pada batang utama memiliki guratan-guratan permukaan yang tergores dalam.
Daun : Lebih tipis dari X.granatum, susunan daun berpasangan (umumnya 2-3 ps pertangkai) dan ada pula yang menyendiri. Unit & letak: majemuk & berlawanan. Bentuk: elips – bulat telur terbalik. Ujung: meruncing. Ukuran: 4-12 cm x 2-6,5cm.
Bunga : Terdiri dari dua jenis kelamin atau betina saja. Tandan bunga (panjang 6-18,5 cm) muncul dari ketiak tangkai daun dan tangkai bunga panjangnya 2-10 mm. Letak: di ketiak. Formasi: gerombol acak (10-35 bunga per gerombol). Daun mahkota: 4; putih kekuningan, lonjong, tepinya bundar, panjang nya 6-7 mm. Kelopak bunga: 4 cuping; hijau kekuningan, panjang sekitar 1,5 mm. Benang sari: 8, menyatu; putih krem dan tingginya sekitar 2 mm.
Buah : Warna hijau, bulat seperti jambu bangkok, permukaan berkulit dan di dalamnya terdapat 4-10 kepingan biji berbentuk tetrahedral. Ukuran: buah: diameter 8-15 cm.
Ekologi : Jenis mangrove sejati di hutan pasang surut, pematang sungai pasang surut, serta tampak sepanjang pantai.
Penyebaran : Di Indonesia terdapat di Jawa, Bali, Maluku, NTT, Sulawesi, Kalimantan, Irian Jaya.
Kelimpahan :
Manfaat : Kayu dipakai untuk kayu bakar, membuat rumah, perahu dan kadang-kadang untuk gagang keris. Biji digunakan sebagai obat sakit perut. Jamu yang berasal dari buah dipakai untuk obat habis bersalin dan meningkatkan nafsu makan. Tanin kulit kayu digunakan untuk membuat jala serta sebagai obat pencernaan.

Bruguiera gymnorrhiza

11 Nov

Bruguiera gymnorrhiza is a small tree up to 10 m high and belongs to the family Rhizophoraceae. It is found on the seaward side of mangrove swamps, often in the company of Rhizophora. Bark is rough and reddish-brown. The tree develops short prop-roots rather than long stilt-roots. Flowers are creamy-white soon turning brown. The sepals are persistent, narrow and slightly tapered. When mature, the spindle-shaped fruits drop and become embedded in the mud in an upright position, where they rapidly develop roots.

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Malpighiales
Family: Rhizophoraceae
Genus: Bruguiera
Species: B. gymnorrhiza
Binomial name
Bruguiera gymnorrhiz

 

Heritiera littoralis

11 Nov

Heritiera littoralis, the looking-glass mangrove is a large tree with wing shaped nuts, which is most easily recognised by the silvery scales on the underside of its leaves, which therefore appear green from top and white from below

Scientific classification
Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Rosids
Order: Malvales
Family: Malvaceae
Genus: Heritiera
Species: H. littoralis
Binomial name
Heritiera littoralis

Excoecaria agallocha

11 Nov

The milky sap of Excoecaria agallocha, also known as milky mangrove, blind-your-eye mangrove and river poison tree, is poisonous. Contact with skin can cause irritation and rapid blistering; contact with eyes will result in temporary blindness

Scientific classification
Kingdom: Plantae
Division: Magnoliophyta
Class: Magnoliopsida
Order: Malpighiales
Family: Euphorbiaceae
Subfamily: Euphorbioideae
Tribe: Hippomaneae
Subtribe: Hippomaninae
Genus: Excoecaria
Species
  • Excoecaria agallocha
  • Excoecaria benthamiana
  • Excoecaria cochinchinensis
  • Excoecaria parvifolia

Scyphiphora hydrophyllacea

11 Nov

Scyphiphora hydrophyllacea (common names: nilad in Tagalog; chengam in Singapore) is a shrub that is about 3 m (10 ft) tall. It is often found in mangrove forests or sandy beaches. Its leaves are opposite. The leaf blades are broad and drop-shaped. Its terminal buds and young leaves are coated with a varnish-like substance. The flowers have four white lobes that are tinged in pink. They are arranged in dense clusters.

The fruits are elliptic and deeply ridged, becoming light brown and buoyant when ripe.

Its dark brown wood can be used to craft small objects. Leaf extracts are known to be helpful for stomach aches. The flowers can be used as a cleansing or whitening laundry agent.

Kingdom: Plantae
(unranked): Angiosperms
(unranked): Eudicots
(unranked): Asterids
Order: Gentianales
Family: Rubiaceae
Genus: Scyphiphora
Species: S. hydrophyllacea
Binomial name
Scyphiphora hydrophyllacea

Mangrove

11 Nov